Mojokerto, diswaymojokerto.id - Menjelang arus mudik, masyarakat diimbau lebih teliti memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan. Himbauan ini penting guna mencegah risiko keamanan maupun potensi kerugian selama penghuni berada di kampung halaman.
Dalam sebuah poster imbauan keselamatan, terdapat enam poin utama yang perlu diperhatikan warga sebelum mudik. Poin pertama adalah memastikan rumah dalam keadaan terkunci. Pintu utama, jendela, hingga akses samping harus dicek ulang agar benar-benar aman dari potensi tindak kejahatan.
Selanjutnya, warga diminta memastikan sumber air dalam kondisi tertutup. Keran yang dibiarkan terbuka berisiko menyebabkan pemborosan air hingga banjir kecil di dalam rumah. Hal ini sering kali dianggap sepele, namun dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit jika dibiarkan selama berhari-hari.
BACA JUGA:Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani Lebih dari 50 Ribu Penumpang
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, 7,5 Ribu Kendaraan Terpantau Masuk Mojokerto
Selain itu, instalasi listrik juga menjadi perhatian penting. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stop kontak. Ini bertujuan untuk menghindari risiko korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran saat rumah kosong.
Jangan lupa kunci pintu sebelum mudik Lebaran -Foto : Habib Magang-
Tak hanya listrik, regulator dan tabung gas juga wajib diperiksa. Pastikan posisi gas dalam keadaan aman dan tidak terpasang jika tidak digunakan. Kebocoran gas menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah yang cukup sering terjadi saat ditinggal pemiliknya.
Pada poin berikutnya, penggunaan kunci ganda dianjurkan sebagai langkah pengamanan tambahan. Dengan sistem penguncian berlapis, potensi tindak pencurian dapat diminimalisir. Terlebih saat musim mudik, banyak rumah dalam kondisi kosong sehingga rawan menjadi sasaran.
BACA JUGA:Berbagai Film di Lebaran 2026: dari Teror Suzzanna Hingga Drama Keluarga yang Menyentuh Hati.
BACA JUGA:Gema Takbir Jerukseger 1447 H: Semarakkan Malam Kemenangan dengan Tradisi dan Kebersamaan
Hal terakhir yang tak kalah penting adalah melapor kepada ketua RT setempat. Dengan adanya laporan, lingkungan sekitar dapat ikut membantu mengawasi rumah yang ditinggalkan. Sistem keamanan berbasis warga ini terbukti efektif dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Warga diharapkan tidak mengabaikan langkah-langkah sederhana tersebut. Meski terlihat sepele, namun dampaknya sangat besar dalam menjaga keamanan rumah selama ditinggal mudik.
Regulator gas: Cek dan lepaskan regulator guna menghindari potensi kebocoran dan bahaya kebakaran.-Foto : Habib Magang-
Momentum mudik seharusnya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga tanpa dihantui rasa khawatir. Oleh karena itu, persiapan yang matang sebelum berangkat menjadi kunci utama.