Pemkab Jember Siapkan Perlindungan Lebih Nyata bagi Pekerja Migran

Rabu 29-04-2026,20:56 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Elsa Fifajanti

Jakarta, diswaymojokerto.id - Bagi banyak warga Jember, bekerja ke luar negeri bukan sekadar pilihan, tetapi jalan untuk memperbaiki kehidupan keluarga. Namun di balik harapan itu, risiko seperti penipuan, kekerasan, hingga minimnya perlindungan masih menjadi ancaman nyata.

Situasi inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat sistem perlindungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jember, Gus Fawait, saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan dengan Sekjen KP2MI, Dwiyono, dibahas langkah konkret untuk memastikan warga Jember yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dan terstruktur.

“Bekerja ke luar negeri itu penuh risiko. Karena itu negara harus hadir sejak sebelum berangkat, saat bekerja, hingga mereka kembali,” ujar Gus Fawait.


Jajaran Pemkab Jember di Kemneterian perlindungan pekerja migran-Foto : dok. Kominfo Kabupaten Jember-

Saat ini, layanan administrasi bagi calon pekerja migran sudah mulai dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember. Melalui sistem ini, warga tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk mengurus dokumen, sehingga potensi praktik percaloan bisa ditekan.

Namun, Pemkab Jember menilai langkah tersebut belum cukup. Pemerintah daerah tengah mengupayakan pembentukan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) agar layanan pendampingan bisa lebih dekat dan responsif.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Label, Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Lebih Luas

BACA JUGA:Rp 75 Miliar Digelontorkan, Beasiswa Jember Kini Dijamin Sampai Lulus

“Kami ingin layanan ini benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di atas kertas,” tegasnya.

Selain aspek administrasi, persoalan lain yang kerap muncul adalah minimnya keterampilan calon pekerja migran. Banyak pekerja berangkat tanpa bekal kemampuan yang sesuai kebutuhan pasar kerja di luar negeri, sehingga rentan mengalami masalah di tempat kerja.


Pemkab Jember nyatakan kesungguhan beri perlindungan PMI di hadapan Menteri Perlindungan pekerja Migran-Foto : dok. Kominfo Kabupaten Jember-

Untuk itu, Pemkab Jember menyiapkan program pelatihan bagi 1.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program ini merupakan kolaborasi dengan KP2MI dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta akan diselaraskan dengan program magang nasional.

“Kalau kompetensinya kuat, mereka tidak hanya lebih aman, tapi juga bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan bergaji lebih baik,” kata Gus Fawait.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar pekerja migran tidak lagi berada di posisi rentan. Dengan pelatihan yang tepat, risiko kecelakaan kerja, konflik dengan majikan, hingga pelanggaran kontrak dapat diminimalkan.

Kategori :