Wali Kota Mojokerto Ingatkan Ormas Waspada Penyusupan Kelompok Anarko

Rabu 20-05-2026,15:51 WIB
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Mojokerto meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan kelompok anarko yang dinilai dapat memecah persatuan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Forum Diskusi Ormas bertema penguatan partisipasi masyarakat dan persatuan dalam bingkai NKRI berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Selasa 19 Mei 2026.

BACA JUGA:Cegah Stunting Sejak Kandungan, Pemkot Mojokerto Ajak Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat

BACA JUGA:Dari Semangat Boedi Oetomo ke Era Digital, Harkitnas Jadi Pengingat Pentingnya Jaga Kedaulatan Bangsa

Di hadapan 176 perwakilan ormas, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyinggung peristiwa pembakaran Gedung Negara Grahadi Surabaya yang terjadi pada Agustus tahun lalu. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi contoh adanya kelompok tertentu yang diduga menyusup dalam aksi massa dan memicu kericuhan.

“Sore harinya Kapolda dan Gubernur sebenarnya sudah menemui massa aksi. Namun beberapa jam setelah itu justru terjadi kebakaran. Itu yang harus diwaspadai karena ada kelompok yang sengaja memancing perpecahan,” ujarnya.


Forum diskusi ormas yang digelar Pemkot Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Ia mengatakan, kelompok anarko kerap memanfaatkan organisasi resmi sebagai sarana infiltrasi sehingga tindakan yang dilakukan seolah-olah menjadi bagian dari agenda organisasi tersebut.

Karena itu, Ning Ita meminta seluruh ormas di Kota Mojokerto lebih selektif dan berhati-hati agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan yang merusak ketertiban umum.

Menurutnya, Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini juga terus memantau dan memburu keberadaan kelompok anarko yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial.

BACA JUGA:Bapenda Jember Tertibkan Reklame Tak Berizin di Sepanjang Jalan Jawa–Kebonsari

BACA JUGA:Kisah Nabila Amelia di Sumpah Ners Unej: Belajar Tangguh dari Ruang Praktik hingga Pengabdian Kemanusiaan

“Jangan sampai ormas yang selama ini memiliki tujuan baik justru disusupi pihak-pihak yang ingin memecah persatuan. Mereka bergerak secara tersembunyi sehingga perlu diwaspadai bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menegaskan bahwa kritik dan penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap dilakukan secara damai dan tidak berujung pada tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun penjarahan.


Forum diskusi ormas digelar Pemkot Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Kategori :