Jember Mulai Tinggalkan Open Dumping, Warga Diminta Kelola Sampah dari Rumah

Rabu 20-05-2026,18:09 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Elsa Fifajanti

Guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, Pemkab Jember meminta camat, lurah, kepala desa, hingga pengurus RT dan RW aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan di wilayah masing-masing. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci penting keberhasilan pengelolaan sampah berbasis mandiri.

BACA JUGA:Digempur Industri Batik Modern, Perajin Batik Tulis Trowulan Mojokerto Masih Pertahanlan Teknik Manual

BACA JUGA:Belajar Rahasia Jepang Jadi Negara Maju, Mahasiswa FISIP Unej Peroleh Kuliah Langsung dari Konjen Jepang

Sampah residu yang tidak dapat diolah sendiri nantinya tetap akan diangkut petugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengubah pola pengelolaan sampah masyarakat, Pemkab Jember juga mulai melakukan pembenahan di TPA Pakusari. Pemerintah daerah secara bertahap akan menghentikan sistem open dumping dan beralih menuju sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.

Dalam sistem tersebut, sampah akan diratakan, dipadatkan menggunakan alat berat, lalu ditutup lapisan tanah secara berkala untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap.

BACA JUGA:Posyandu di Mojokerto Kini Tak Sekadar Urus Balita, Siap Jadi Pusat Layanan Terpadu Warga

BACA JUGA:Bawa Ganja 97,10 Gram, Pria Asal Malang diamankan Polisi di Mojokerto

Tak hanya itu, penataan kawasan TPA Pakusari juga dilakukan melalui penghijauan, relokasi pemulung, serta perbaikan instalasi lingkungan.

“TPA Pakusari diarahkan menuju sistem pengelolaan yang lebih tertata dan ramah lingkungan sebagai tindak lanjut arahan dari kementerian,” tegas Gus Fawait.

 

Kategori :