Egrang Tak Boleh Hilang, Ledokombo Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

Minggu 09-08-2026,17:43 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Elsa Fifajanti

Farha mengatakan Festival Egrang di kawasan kaki Gunung Raung tersebut memang bukan festival dengan skala besar. Namun, menurutnya, ukuran bukan hal utama yang ingin dikejar Tanoker.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Manusia Laba-Laba, Spider-Man: Brand New Day Membawa Peter Parker ke Titik Paling Sepi

BACA JUGA:Homecare Jember Sasar Enam Kelompok Prioritas, Pemkab Diminta Samakan Mekanisme Layanan

"Bagi Tanoker Ledokombo, festival ini bukan hanya pesta hura-hura, tapi sebuah festival yang punya makna, punya tujuan, festival with mission," katanya.

Misi tersebut, lanjut Farha, berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang yang lahir dan tumbuh di Jember berhak memperoleh kehidupan yang baik, hak-haknya terpenuhi, sekaligus memiliki kesempatan untuk menikmati kegembiraan.


Pembukaan Festival Egrang ke-XIV di Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 8 Agustus 2026-Foto : Tim media Kominfo Jember-

Semangat itu pula yang membuat Festival Egrang terus dirawat. Permainan tradisional dijadikan pintu masuk untuk mempertemukan anak-anak, keluarga, komunitas, kelompok disabilitas, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan cara anak-anak menghabiskan waktu bermain, upaya mempertahankan egrang menjadi semakin penting. Sebab, mempertahankan permainan tradisional bukan hanya menjaga sebuah bentuk permainan, tetapi juga merawat nilai-nilai yang hidup di dalamnya.

BACA JUGA:Ketika Rindu Tak Lagi Menemukan Jalan Pulang, Senandung Mengajak Berdamai dengan Kehilangan

BACA JUGA:Body Care Viral Picu FOMO? Jangan Sampai Kejar Glow, Kulit Malah Bermasalah

Festival Egrang ke-XIV di Ledokombo akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Di atas dua batang bambu, masyarakat kembali mengingat bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai kenangan.

Selama masih dimainkan, egrang masih hidup. Dan selama generasi muda masih mau menaikinya, permainan yang mulai tergerus zaman itu masih memiliki kesempatan untuk terus diwariskan.

Kategori :