BMKG Juanda Imbau Masyarakat Mojokerto Waspadai Cuaca Ekstrem pada 1-10 Januari
Ilustrasi musim hujan -Foto : Salmaa-
Sidoarjo, Diswaymojokerto.id – Masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto hendaknya mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada periode 1 hingga 10 Januari 2026. Hal ini disampaikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda tentang adanya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, menurut rilis yang disampaikan BMKG Juanda, merupakan salah satu daerah bersama beberapa daerah lain di Jatim yang diperkirakan ada cuaca ekstrem.
Cuaca esktrem itu dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah seperti, hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
BACA JUGA:Usai Istri WBP Selundupkan Sabu ke Lapas Mojokerto Diamankan, Jaringan Penyelundupan Sabu dibongkar
BACA JUGA:Pemkot Mojokerto Menutup Tahun 2025 dengan Memutasi 78 Orang Pejabat
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten Lumajuang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, , Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasa, Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Mojokerto masih berpotensi terjadi hujan lebat pada 1-10 Januari 2025-Fio Atmaja-
Menurut keterangan dari BMKG yang disampaikan Kamis 1 Januari 2026, saat ini hampir seluruh wilayah di Jatim telah memasuki musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, BMKG memprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
BACA JUGA:Jelang Pergantian Tahun, Lebih dari 1,5 Ribu Penumpang Padati Stasiun Mojokerto
Selain itu, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Sumber:

