Global Bond Danantara: Lazim, tapi Perlu Transparansi
Sefdin Alamsyah-Foto : dok Pribadi-
OPINI
Jakarta, diswaymojokerto.id - Danantara Indonesia sedang sibuk mempersiapkan penerbitan global bond. Nilainya sampai US$5 miliar atau sekitar Rp80 triliun. Ini besar. Dan yang menarik, skemanya pakai format 144A dan Reg S, plus senior unsecured notes di bawah program GMTN. Istilah-istilah ini memang akrab di pasar modal global.
Saya coba jelaskan sederhananya dulu. GMTN itu singkatan dari Global Medium Term Notes. Intinya surat utang berskala global dengan jangka waktu menengah. Tetapi penerbitannya nggak harus sekaligus. Mereka bisa keluarkan sedikit demi sedikit tergantung permintaan pasar.
Nah, yang bikin agak rumit adalah label senior unsecured notes. Artinya utang ini nggak punya jaminan. Nggak ada aset yang digadai. Kreditor cuma pegang prospektus dan kepercayaan bahwa Danantara bakal bayar.
Lalu apa itu 144A/Reg S? Ini aturan dari Amerika. 144A mengizinkan perusahaan asing jual utang ke investor institusi besar di AS. Tapi tidak perlu mendaftar ke SEC (Securities and Exchange Commission) secara publik.
BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Truk Muatan Mie Instan Cup Ribuan Karton Ludes Terbakar di Mojokerto
Sedangkan Reg S mengatur penjualan untuk investor di luar AS. Jadi kalau digabung, Danantara bisa menjangkau investor global dari Amerika sampai Asia. Tapi dengan syarat hanya investor kelas kakap yang boleh ikut.
Mereka yang disebut qualified institutional buyer—minimal punya portofolio investasi USD 100 juta. Artinya hedge fund, perusahaan asuransi raksasa, dana pensiun gede. Bukan orang biasa.
Lazim di Dunia
Sebelum terlalu kritis, kita lihat dulu dari sudut pandang pemerintah dan tim Danantara. Skema macam ini sebenarnya tidak aneh. SWF negara lain seperti Temasek (Singapura) atau ADIA (Uni Emirat Arab) juga sering pakai. Bahkan China terkadang pakai pola serupa untuk entitas tertentu. Keuntungannya jelas: mereka bisa cari utang lebih murah, prosesnya cepat, dan nggak perlu buka semua data ke publik yang justru bisa bikin spekulasi liar.
BACA JUGA:Polres Mojokerto Kota Targetkan 10 Pelanggaran Lalin di Operasi Patuh Semeru 2026
Lagi pula, senior unsecured notes bukan berarti tanpa risiko sama sekali. Istilah senior itu penting. Artinya kalau terjadi kebangkrutan—amit-amit—pemegang utang ini punya hak lebih dulu dibanding pemegang utang subordinasi. Jadi meskipun tanpa agunan, masih ada hierarki klaim. Ini instrumen standar di pasar global.
Sumber:

