Tak Percaya Adiknya Terkena Longsor di Cangar

Asmaul, keluarga korban pengendara mobil pikap Grandmax masih belum percaya adiknya menjadi korban longsor-andung - disway mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Asmaul masih terus termangu sambil menunggu kejelasan kabar adiknya, Fitri Handayani dan suami, Achmad Muzaki, serta putri tunggal mereka, Mikaila, yang dilaporkan menjadi korban longsor di jalur Cangar-Pacet di Kawasan Tahura R Soerjo. Tatapannya matanya memandang jauh ke depan, pun ketika awak media menanyakan tentang ihwal kepergian satu keluarga mengendarai pikap putih ketika terjadi longsor.
‘’Rasanya gak percaya itu terjadi pada adik saya. Kemarin kami masih ngobrol-ngobrol. Dia bilang mau pulang ke Trengalek, tapi mampir Blitar dulu,’’ katanya.
Dia sempat menanyakan mengapa harus lewat Cangar? Mengapa gak lewat Jombang atau Pandaan terus ke arah Malang? Banyaknya pertanyaan itu lantaran saat ini sedang musim hujan dan rawan longsor.
Mobil pikap Grandmax yang dihempas longsor di jalur Cangar-Pacet di Tahura R Soerjo Blok Watulumpang.-tangkapan layar video warganet-
Asmaul menyebutkan, dia khawatir kondisi jalan di Cangar yang rawan terkena longsor, apalagi saat ini musim hujan. Adiknya menjawab tidak apa-apa lewat Cangar bisa lebih cepat. ‘’Dia bulang sudah biasa lewat Cangar dan tidak terjadi apa-apa,’’ tambahnya.
BACA JUGA:3 Korban Ditemukan Meninggal, Pasutri dan Balita
Sambil duduk di kursi plastik di salah satu warung di timur jalan, sesekali matanya memandang ke arah selatan, jalan menuju Cangar, berharap segera ada kabar keberadaan adiknya sekeluarga. Asmaul yang berada di tempat itu sejak Kamis sore terus bercerita sambal sesekali menggelengkan kepalanya, seolah tidak percaya apa yang menimpa adiknya. ‘’Saya dapat kabar kemarin sore, saya juga dapat kiriman video petugas sedang berusaha menggali liumpur yang menimbun mobil adik saya,’’ tuturnya sembari menunjukkan video evakuasi pikap Grandmax yang dikendarai adiknya sekeluarga.
Berkali-kali Asmaul mengatakan masih belum bisa menerima kebenaran kabar adiknya kecelakaan terkena longsor di jalur Cangar – Pacet. ‘’Saya masih belum bisa percaya kalau adik saya jadi korban. Semoga segera ada kejelasan informasi, atau setidaknya segera diketahui keberadaannya,’’ sahutnya.
Dia juga sempat menceritakan semuanya kepada Wakil Bupati Mojokerto, dr Rizal Oktavian, di sela-sela apel pemberangkatan tim evakuasi Jumat, 4 April 2025, pagi. Dia mengaku dapat kabar dari Kepala Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas.
Penumpang mobil pikap yang dihempas tanah longsor dan mobil tertimbun longsor di jurang, sekitar 30 meter dari badan jalan. Ke 3 penumpang diketemukan dalam kedaan meninggal-tangkapan layar dok keluarga for Disway Mojokerto-
‘’Saya juga diberitahu pak kades tentang kecelakaan itu kemarin. Begitu dapat kabar, saya langsung ke sini sambil menunggu hasil evakuasi,’’ paparnya.
BACA JUGA:Lagi 6 Korban Longsor di Pacet Mojokerto Dievakuasi, Semuanya Meninggal Dunia
Asmaul kemudian menjelaskan nama-nama keluarga adiknya yang mengalami musibah. Adiknya, Fitri Handayani, bersama suaminya, Achmad Muzaki, dan anaknya, Mikalia, yang masih berusia 3 tahun.
‘’Adik saya juga membawa laptop yang berisi pekerjaan kantornya. Ada data-data kantor yang ada di laptop itu. Laptop itu diletakkan di tas di bagian belakang. itu data penting, Tolong disampaikan ke tim evakuasi agar juga menyimpan atau setidaknya menyimpang file – memori laptop itu kalua ditemukan,’’ pintanya.
Dia kemudian menjelaskan, Fitri handayani dan suaminya bekerja di perusahaan ekspedisi. ‘’Adik saya bekrja di kantor di Juanda, sedangkan suaminya bekerja di kantor Gresik,’’ paparnya.
korban longsor jakur Cabgar-Pacet diangkat menuju ambulan dan dibawa ke RS Suberglagah-andung - disway mojokerto-
Dijelaskan, adiknya Bersama suaminya memang akan mudik ke Trenggalek. ‘’Tapi mau mampir dulu di Blitar. Karena itu adik saya memilih lewat jalur Pacet-Cangar, katanya biar lebih cepat,’’ sahutnya.
BACA JUGA:Terungkap, Identitas Satu Korban yang Ditemukan Tewas Akibat Longsor di Pacet Mojokerto
Jumat pagi sekitar pukul 09.00 dia mendapat kepastian kondisi adiknya sekeluarga yang terkena longsor saat melawati jalur Pacet-Cangar. Tim gabungan SAR, Polri,TNI, BPBD, PMI, dan relawan berhasil mengevakuasi 3 jenasah kaluarga adiknya dan langsung membawanya ke RS Sumberglagah, di esa Tanjung Kenongo, Pacet.
Perangkat Desa Jatijejer juga ikut dalam upaya evakuasi dan ikut dalam ambulan yang membawa jenasah keluarga Achmad Muzaki. Usai mengevakuasi 3 jenasah pengendara mobi Grandmax, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi jenasah 6 korban yang betrada dalam Innova Rebron yang juga terkena longsor. Jarak 2 mobil itu sekitar 50 meter dan dalam kondisi tertimbun tanah.
Petugas sempat mengalami kesulitan karena harus menyingkirkan tumpukan tanah lumpur yang menimbun mobil itu. Untuk memperlancar menyingkirkan timbunan tanah, petugas menggunakan selang benar untuk mengguyur tanah yang menyelimuti seluruh bodi mobil.
Wabup Mojokerto, dr Rizal Oktavian, sedang dialog dengan Asmaul, keluarga korban dari Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. 3 anggota keluarganya ditemukan meninggal dalam evakuasi korban longsor jalur cangar-Trawas -andung - disway mojokerto-
Selain itu, petugas juga menggunakan batang pohon untuk mengganjal mobil agar memudahkan evakuasi korban yang ada di dalam mobil.
Sumber: