Ucapan HUT ke 80 kemerdekaan RI - Tjiwi Kmia

Candi Gajah di Puncak Gajah Mungkur, Mojokerto, Warisan Sejarah yang Terlupakan

Candi Gajah di Puncak Gajah Mungkur, Mojokerto,  Warisan Sejarah yang Terlupakan

Bangunan Candi Gajah dari jauh-Foto : Yoga Magang-

Pengunjung tidak hanya bisa belajar sejarah Majapahit, tetapi juga menikmati suasana alam yang tenang jauh dari kebisingan perkotaan. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan lokasi ini sebagai spot fotografi karena latar pemandangan alam yang menawan.

BACA JUGA:Bupati Mojokerto Instruksikan Inspektorat Usut Dugaan Chat Mesum Eks Kadinkes

Sayangnya, perhatian terhadap Candi Gajah masih  minim dibandingkan candi-candi lain di Mojokerto. Kondisi beberapa bagian bangunan mulai rapuh dan butuh perawatan lebih intensif.


Jalur menuju Candi Gajah-Foto : Yoga Magang-

Pemerintah daerah bersama komunitas pecinta sejarah pun terus berupaya melakukan pelestarian, agar situs ini tidak hilang ditelan waktu. Dukungan masyarakat juga diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekitar candi, sehingga daya tariknya tetap terjaga.

Candi Gajah di Puncak Gajah Mungkur bukan sekadar tumpukan batu kuno. Ia adalah saksi bisu kejayaan masa lalu, simbol spiritual, dan warisan budaya yang bernilai tinggi.

BACA JUGA:Gelombang Pertama Mutasi Jabatan di Pemkab Mojokerto, 16 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik

BACA JUGA:Tips Gunakan Kamera Tambahan Ponsel, Lensa Apexel 18 X 25

Dengan pesona alam yang menenangkan serta sejarah yang kental, candi ini layak mendapat perhatian lebih, baik sebagai objek penelitian maupun destinasi wisata. Melestarikan Candi Gajah berarti menjaga identitas Mojokerto sebagai bumi Majapahit yang penuh cerita.

Sumber:

b