Candi Gajah di Puncak Gajah Mungkur, Mojokerto, Warisan Sejarah yang Terlupakan

Bangunan Candi Gajah dari jauh-Foto : Yoga Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai tanah bersejarah karena pernah menjadi pusat kejayaan Kerajaan Majapahit. Di balik kemegahan peninggalan masa lalu, terselip sebuah situs yang berada jauh dari hiruk pikuk kota, yaitu Candi Gajah.
Candi ini terletak di kawasan Puncak Gajah Mungkur, sebuah dataran tinggi yang menyajikan keindahan alam sekaligus menyimpan kisah perjalanan peradaban. Untuk mencapai Candi Gajah, pengunjung harus menapaki jalan menanjak yang dikelilingi pepohonan rindang.
Perjalanan menuju puncak memang membutuhkan tenaga ekstra, namun setibanya di lokasi, rasa lelah akan terbayar lunas oleh udara sejuk khas pegunungan serta panorama indah Mojokerto dari ketinggian.
Pemandangan hamparan sawah, perbukitan, hingga siluet gunung di kejauhan, menjadi latar alami yang menambah kesan magis di sekitar candi.
Lingkungan alam, tempat Candi Gajah berada-Foto : Yoga Magang-
Secara historis, Candi Gajah dipercaya sebagai salah satu peninggalan era Majapahit. Hal ini didukung dengan letaknya yang tidak jauh dari situs-situs bersejarah lain, seperti Candi Jedong dan Candi Tikus.
Struktur bangunan candi tersusun dari batu andesit, meski kini sebagian telah rusak dimakan usia. Relief serta ukiran yang masih tampak pada beberapa bagian memberi petunjuk akan keterampilan tinggi para leluhur dalam seni arsitektur.
Bentuk candi yang menyerupai gajah inilah yang diyakini menjadi asal-usul penamaannya. Namun, Candi Gajah bukan hanya tentang batu dan relief semata. Keberadaannya menyimpan nilai spiritual yang mendalam bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:5 Kampus Terbaik di Mojokerto untuk Calon Mahasiswa yang Tidak Ingin Merantau
BACA JUGA:Balik Kucing, Spot Nongkrong Baru bagi Pecinta Kucing di Mojokerto
Sejumlah warga percaya bahwa tempat ini dahulu menjadi pusat peribadatan sekaligus lokasi ritual penting pada masa kerajaan. Hingga kini, beberapa tradisi masih dijalankan, terutama saat perayaan adat yang berhubungan dengan kepercayaan Jawa dan Hindu-Buddha.
Candi Gajah-Foto : Yoga Magang-
Hal ini membuktikan bahwa situs tersebut tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Mojokerto.
Di sisi lain, keberadaan Candi Gajah juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata. Kombinasi antara wisata sejarah dan wisata alam menjadikan tempat ini berpotensi sebagai destinasi unggulan.
Sumber: