Jadwal Karnaval di Wilayah Mojokerto Padat, UMKM Bingung Tentukan Lokasi Jualan

Karnaval gondang-Foto: Facebook /@Fauzi Muhammad Nur Fauzi/ Ana Magang-
Puncak karnaval terjadi pada 31 Agustus 2025, dengan agenda tersebar di lebih dari 10 titik, di antaranya:
1. Desa Wunut Mojonanyar, Jolotundo (bersama Jetis & Desa Afrika), Pendowo Bangsal, Banjarsari Jetis, Lolawang Ngoro.
2. Belahan Tengah Mojosari, Payung Rejo Kertosari Kutorejo, DSN Kebon Desa Kebondalem (pagi).
3. Sampangagung Kutorejo, Bandunggede, Leminggir (pagi), Padangasri Jatirejo.
4. Sugihanyar Mojorejo Kemlagi, Sumbermekar Wonodadi Kutorejo, Talok Dlanggu, Kangkungan Lengkong Rolak 9, Kembangan Kembangkertosari, Desa Gedeg, Seduri Mojosari, serta Kecamatan Kertosari.
Karnaval Pungging -Sumber : Facebook /@Mojokerto Blakraan/Ana Magang-
Rangkaian karnaval ditutup pada 7 September 2025 dengan agenda di Kemlagi, Kedung Mungal Pungging, Ketemas Dungus, dan Cinandang Dawar.
Seluruh acara dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB, meski panitia mengingatkan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi lapangan. Gelaran tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus hiburan rakyat yang senantiasa ditunggu-tunggu masyarakat.
BACA JUGA:5 Kampus Terbaik di Mojokerto untuk Calon Mahasiswa yang Tidak Ingin Merantau
BACA JUGA:Balik Kucing, Spot Nongkrong Baru bagi Pecinta Kucing di Mojokerto
Menariknya, saking banyaknya agenda karnaval tahun ini, sejumlah pelaku UMKM mengaku kebingungan menentukan lokasi untuk membuka lapak. Banyaknya pilihan membuat pedagang harus mempertimbangkan potensi keramaian, jarak, hingga biaya operasional sebelum memutuskan berjualan di titik tertentu.
Kondisi ini membuat jumlah pedagang UMKM di beberapa lokasi tidak terlalu banyak, karena waktu pelaksanaan karnaval yang serentak membuat mereka harus membagi diri memilih lapak yang dianggap paling potensial.
Karnaval Mojokerto -Sumber : Facebook /@Mojokerto Ini/ Ana Magang-
Seorang pengunjung, Maisaroh (30) asal Sidoarjo, mengaku juga merasakan kondisi tersebut. Menurutnya, jumlah pedagang tidak sebanyak yang dibayangkan seperti tahun lalu, karena jadwal karnaval yang bersamaan di banyak tempat.
BACA JUGA:Bupati Mojokerto Instruksikan Inspektorat Usut Dugaan Chat Mesum Eks Kadinkes
Sumber: