Ucapan HUT ke 80 kemerdekaan RI - Tjiwi Kmia

Semalam Setelah Kebakaran, Pasar Pandaan Dipenuhi Puing, Sebagian Pedagang Tetap Berjualan

Semalam Setelah Kebakaran, Pasar Pandaan Dipenuhi Puing, Sebagian Pedagang Tetap Berjualan

Pasar Pandaan habis terbakar 28 Agustus 2025 malam-Foto : Reza Magang-

Pasuruan, diswaymojokerto.id – Sehari setelah dilalap si jago merah, kondisi Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan masih menyisakan duka mendalam. Pada Jumat 29 Agustus 2025i, suasana pasar tradisional itu tampak muram. Bau hangus masih menusuk hidung, sementara puing-puing kayu, besi terbakar, dan atap seng yang ambruk memenuhi sebagian besar area pasar.

Di beberapa titik, terlihat jelas bekas kobaran api yang menghancurkan kios-kios pedagang. Barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan kini hanya menjadi tumpukan arang dan abu. Sejumlah pedagang tampak mondar-mandir, memeriksa kondisi kios mereka, sebagian duduk termenung menatap sisa-sisa usaha yang telah habis terbakar.

Meski demikian, denyut kehidupan pasar tidak sepenuhnya berhenti. Sejumlah pedagang yang lapaknya selamat dari kebakaran berusaha tetap berjualan. Mereka membuka kios seadanya di bagian pasar yang tidak terbakar, bahkan ada yang menggelar dagangannya di sekitar area terbuka. Aktivitas jual beli pun mulai terlihat, meski dalam suasana penuh keprihatinan.


Pasar Pandaan kondisinya setelah terbakar-Foto : Reza Magang-

“Kami tetap buka meski suasana seperti ini. Kalau berhenti, tidak ada pemasukan sama sekali. Alhamdulillah, lapak saya tidak kena, jadi masih bisa jualan sayur,” ujar Aminah, salah seorang pedagang sayur.

Di sisi lain, para pembeli tetap berdatangan walaupun harus berhati-hati melintas di jalur yang dipenuhi puing dan sisa bangunan. Pasar Pandaan selama ini menjadi tempat utama warga untuk memenuhi kebutuhan harian, sehingga meski kondisinya memprihatinkan, pasar tetap menjadi tujuan.

“Kalau tidak ke sini, susah cari kebutuhan sehari-hari. Memang agak sulit jalannya karena banyak puing, tapi mau bagaimana lagi, pasar ini paling dekat,” kata Rudi, salah seorang pembeli.

Suasana kontras terlihat jelas antara bagian pasar yang terbakar dan yang masih utuh. Di satu sisi, kios-kios yang hangus tampak sunyi dengan besi-besi bengkok dan sisa tiang kayu yang roboh. Sementara di sisi lain, kios yang selamat justru berusaha kembali hidup dengan aktivitas tawar-menawar meski tidak seramai biasanya.


Sebagian kios-kios yang tinggal puing-puing-Foto : Reza Magang-

Sejumlah warga yang datang juga terlihat mengabadikan kondisi pasar dengan kamera ponsel mereka. Mereka berdiri di dekat puing, mengambil gambar kios yang hangus dan suasana pasar yang muram, seakan ingin menyimpan jejak peristiwa kelam tersebut.

Kehidupan pasar kini berjalan dalam keterbatasan. Para pedagang yang masih bisa berjualan tetap berusaha menarik pembeli, sementara yang menjadi korban kebakaran hanya bisa menunggu kepastian sambil membersihkan sisa-sisa lapak mereka. Kondisi ini membuat Pasar Pandaan terlihat seperti dua wajah: satu penuh luka dan puing, satu lagi tetap mencoba bertahan agar roda ekonomi tidak berhenti.

BACA JUGA:Hadapi Era Krisis Wibawa, Begini Tanggapan Anggota PSHT

BACA JUGA:Kota Mojokerto Raih 2 Penghargaan BAZNAS Awards 2025

Hari itu, meskipun asap kebakaran sudah padam, bekas luka yang ditinggalkan masih begitu nyata. Pasar Pandaan kini tidak lagi ramai seperti biasanya, tetapi denyut kehidupan masih berusaha dipertahankan oleh mereka yang tak menyerah pada keadaan.

Sumber:

b