Kalahkan Ritel Modern, Strategi 'Siaga Tempur' Warung Madura

Sabtu 21-02-2026,20:56 WIB
Reporter : Afthon
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Saat jarum jam melewati angka sepuluh di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, wajah kota mulai berubah. Toko-toko ritel modern mematikan lampu neonnya, pintu besi ruko ditarik rapat, dan jalanan mulai sunyi. 

Namun, di tengah remang desa Balongsari, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, selalu ada satu titik yang tetap benderang. Itulah Warung Madura, "penjaga malam" yang seolah tidak pernah mengenal kata tidur.

Warungnya tidak luas, namun padatnya luar biasa. Etalase kaca di depan memajang rokok yang tersusun rapi, sementara rak kayu di belakangnya sesak oleh mi instan, sabun, hingga saset kopi yang menggantung rapi. 

BACA JUGA:Pura-Pura Beli HP, Pemuda Todongkan Pistol Mainan ke Karyawan Toko di Mojokerto

BACA JUGA:Rumah di Jetis Mojokerto Terbakar, Empat Unit Damkar Dikerahkan

Di sudut lain, tumpukan galon air dan tabung gas melon menjadi pilar yang tak terpisahkan. Lampunya sengaja dibuat sangat terang, sebuah tanda bagi siapa pun di kegelapan malam bahwa "kehidupan" masih ada di sini.

Bagi warga lokal seperti Fajar (31), keberadaan warung ini adalah penyelamat. "Kalau butuh apa-apa mendadak, mulai dari obat nyamuk sampai soal obat obatan lainnya ditengah malam, ya larinya ke sini," ujarnya, Sabtu 21 Februari 2026.


Berbagai kebutuhan tersedia di Warung Madura yang buka 24 jam ini-Foto : Afthon Magang-

Fenomena ini menjadi bagian dari infrastruktur sosial masyarakat. Warung Madura memberikan kepastian yang tidak bisa diberikan oleh minimarket bermerek yakni akses tanpa batas waktu. Rahasia ketangguhan mereka terletak pada model bisnis yang sangat personal. 

Banyak pemilik warung yang tinggal langsung di dalam toko. Di balik deretan rak yang menjulang hingga plafon, biasanya terdapat ruang sempit dengan kasur tipis dan kipas angin. Hal ini menunjukkan sebuah strategi "siaga tempur".

Ketika ada ketukan di etalase pada pukul tiga pagi, penjaga hanya perlu bangkit untuk melayani pembeli. Tidak ada prosedur rumit, tidak ada mesin kasir yang lambat; hanya transaksi cepat berbasis hafalan harga yang luar biasa.

BACA JUGA:Ramadan Momentum Tepat Memperbaiki Pola Makan dan Hidrasi Tubuh

BACA JUGA:179.440 Tiket Angkutan Lebaran PT KAI Daop 8 Surabaya Telah Terjual

"Di minimarket kita ya harus antri dan mengikuti sistem mesin. Di sini, saya sebut barang, mereka langsung sebut harga. Lebih manusiawi," kata Rini (42) sambil tertawa kecil, warga Gedeg lainnya.

Kecepatan ini lahir dari sistem kelola keluarga. Mereka biasanya berbagi shift secara bergantian. Suami, istri, atau kerabat akan bergantian menjaga dari subuh hingga tengah malam.

Kategori :