Mojokerto, diswaymojokerto.id - APernah merasa baru saja makan, tapi begitu hujan turun perut tiba-tiba merasa lapar? Suasana dingin seakan membuat tubuh ingin terus mengunyah sesuatu. Ternyata, rasa lapar yang muncul saat hujan bukan sekadar perasaan atau sugesti.
Ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini. Beberapa dokter, termasuk Dokter Tirta, pernah menjelaskan bahwa kondisi cuaca dingin memang dapat memengaruhi metabolisme dan respons tubuh terhadap rasa lapar.
Menurut Dokter Tirta dalam berbagai penjelasannya di media sosial, ketika cuaca menjadi dingin, tubuh secara alami akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Proses ini disebut termoregulasi.
Saat suhu lingkungan turun, tubuh membakar energi lebih banyak untuk mempertahankan suhu normal sekitar 36–37 derajat Celsius. Pembakaran energi inilah yang kemudian memicu sinyal lapar, karena tubuh merasa membutuhkan asupan tambahan untuk menghasilkan panas.
Selain itu, udara dingin juga dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan rasa lapar. Tubuh memiliki hormon bernama ghrelin yang berperan dalam memicu rasa lapar.
Bagi beberapa orang makan ketika hujan akan membangkitkan mood-Foto : Ahmad Rizal Magang (AI)-
Dalam kondisi tertentu, seperti suhu yang lebih rendah, produksi hormon ini bisa meningkat. Akibatnya, kita merasa ingin makan lebih sering, terutama makanan yang tinggi kalori dan mengandung karbohidrat atau lemak.
Dokter Tirta juga menyinggung bahwa faktor psikologis turut berperan. Hujan identik dengan suasana santai, rebahan, atau berkumpul sambil menikmati camilan hangat seperti mie instan, gorengan, atau minuman manis.
Otak mengasosiasikan hujan dengan kenyamanan. Ketika tubuh merasa nyaman, muncul dorongan untuk mencari “comfort food” sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan emosional, bukan semata-mata kebutuhan fisik.
BACA JUGA:Kebakaran Hanguskan Kandang Ayam di Jatirejo Mojokerto, Ribuan Ekor Anak Ayam Terpanggang
BACA JUGA:Kok Bisa Beroperasi? Dapur SPPG di Gedeg Mojokerto Berdekatan dengan Kandang Ayam
Tidak hanya itu, saat hujan aktivitas fisik cenderung menurun. Banyak orang memilih diam di rumah dan bergerak lebih sedikit. Secara logika mungkin terasa aneh karena tidak banyak bergerak, seharusnya tidak cepat lapar.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Rasa bosan dan kurangnya distraksi membuat kita lebih sadar terhadap sensasi perut kosong. Akhirnya, keinginan untuk makan terasa lebih kuat.
Faktor lain yang jarang disadari adalah perubahan pola minum. Saat cuaca dingin, orang cenderung lebih jarang minum air putih karena tidak merasa haus. Padahal, dehidrasi ringan sering kali disalahartikan oleh tubuh sebagai rasa lapar. Inilah sebabnya, kadang setelah minum air hangat, rasa lapar bisa sedikit berkurang.
Salah satu -Foto : Ahmad Rizal Magang -