Jakarta, diswaymojokerto.id - Setelah Masjid, dan Vihara yang membuka tempat ibadah untuk tempat istirahat para pemudik Lebaran 2026, kini giliran gereja Katolik di sepanjang arus mudik menyatakan membuka tempat ibadah sebagai Gereja Ramah Pemudik.
Sebanyak 477 Gereja Katolik di berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi menyediakan tempat singgah bagi para pemudik. Fasilitas ini merupakan bagian dari program Gereja Ramah Pemudik yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama bekerja sama dengan Gereja Katolik Indonesia.
Dirjen Bimas Katolik Suparman seperti dikutip dari Laman Kemenag RI, mengatakan Program Gereja Katolik Ramah Pemudik ini bentuk paling nyata untuk mewujudkan semangat kepedulian, semangat melayani, dan mencintai sesama tanpa sekat.
BACA JUGA:Pemindahan Ibu Kota Mojokerto : Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola
BACA JUGA:THR ASN Mojokerto Cair, Termasuk PPPK Paruh Waktu
“Ini adalah bentuk nyata mewujudkan nilai kerukunan dan persaudaraan di antara umat,” ujar Dirjen Bimas Katolik di Jakarta, Jumat 13 Maret 2026
Suparman berharap kehadiran Gereja katolik sebagai tempat singgah dapat membantu para pemudik untuk beristirahat dengan nyaman dan aman sehingga dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman dengan sukacita.
Gereja atau rumah ibadah Katolik yang berada di sepanjang jalur mudik terbuka dan siap menerima para pemudik yang ingin singgah untuk beristirahat di tengah perjalanan -Foto : Dok Humas Kemenag RI-
“Inisiatif ini menjadi wujud nyata toleransi serta solidaritas kemanusiaan dalam menyambut momentum Idulfitri, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan di tengah umat Katolik yang juga tengah menjalankan ibadah Prapaskah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Direktur Urusan Agama Katolik Salman Habeahan. Menurutnya, pemudik perlu disambut dengan baik, khususnya saudara-saudara yang akan merayakan Idulfitri di kampung halaman.
“Setelah menerima arahan dari Dirjen Bimas Katolik, saya segera melakukan rapat koordinasi dengan para Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat Katolik se-Indonesia. Ada 477 Gereja Katolik di berbagai daerah di Indonesia siap melayani pemudik,” sebutnya.
BACA JUGA:Pemkot Mojokerto Siapkan Anggaran Rp 21 Miliar Lebih untuk THR ASN dan Semua PPPK
BACA JUGA:KPK Temukan Lemahnya Tata Kelola di Pemkab Mojokerto, Soroti Hibah, Pokir, hingga Pengadaan
“Gereja atau rumah ibadah Katolik yang berada di sepanjang jalur mudik terbuka dan siap menerima para pemudik yang ingin singgah untuk beristirahat di tengah perjalanan. Hal ini juga menjadi bagian dari semangat 'ziarah mudik' sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan membangun kerukunan antarumat beragama.” sambungnya.
Di wilayah Sumatera Selatan misalnya, terdapat Gereja Katolik Santa Theresia Liseux dan Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph yang siap menyambut para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat sejenak selama perjalanan.