Sky Walk Mojokerto: Ikon yang Masih Mencari Denyut Kehidupan

Sabtu 11-04-2026,16:46 WIB
Reporter : Elsa Fifajanti
Editor : Elsa Fifajanti

Di tengah situasi itu, pemerintah kota melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto terus berupaya mencari solusi. Kepala dinas, Amin Wachid, menegaskan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk menghidupkan Sky Walk.

Mulai dari penyelenggaraan event, penataan pedagang, hingga promosi, semuanya sudah digencarkan. Harapannya satu: menarik lebih banyak pengunjung agar roda ekonomi di dalam kawasan bisa berputar.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kegiatan terus kami dorong supaya masyarakat datang dan berbelanja,” ujarnya.

BACA JUGA:Kejari Bondowoso Limpahkan Berkas Dua Kasus Korupsi ke Pengadilan Tipikor Surabaya

BACA JUGA:Pemkab Jember Salurkan 8 Ribu Ton Beras, Jumlah Penerima Bantuan Pangan Terendah di Jatim

Namun ia juga tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Keberadaan pedagang di sekitar alun-alun menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pengunjung. Karena itu, penataan kawasan menjadi pekerjaan rumah yang tidak sederhana.

Perlu ada keseimbangan antara ruang formal seperti Sky Walk dan ruang informal yang sudah lebih dulu hidup. Jika tidak, keduanya justru saling melemahkan.

Di banyak kota, kawasan kuliner bisa hidup karena memiliki “magnet”, entah itu event rutin, spot foto ikonik, atau kuliner khas yang benar-benar dicari. Sky Walk Mojokerto masih dalam proses menemukan magnet itu.


Nurhayati, penjual kuliner Malon di Sky Walk Alun-alun-Foto : Fio Atmaja-

Padahal, potensi yang dimiliki tidak kecil. Letaknya strategis, berada di jantung kota, dan terintegrasi dengan ruang publik utama. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi simpul ekonomi baru bagi pelaku UMKM sekaligus wajah modern kota.

Beberapa pengunjung yang datang mengaku menyukai konsepnya. Lebih rapi, lebih nyaman, dan tidak terlalu padat. Namun mereka juga berharap ada lebih banyak variasi kuliner dan aktivitas agar betah berlama-lama.

“Tempatnya bagus, tinggal diramaikan saja,” kata seorang pengunjung muda.

BACA JUGA:Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas, Dievakuasi Tim Gabungan

BACA JUGA:Kedok Anggota Brimob Gadungan di Mojokerto Terbongkar, Pemuda Tipu Wanita Hingga Rugi Jutaan

Malam semakin larut. Satu per satu pengunjung datang, meski belum mampu mengisi seluruh kursi yang tersedia. Pedagang tetap melayani dengan senyum, menjaga harapan agar esok lebih baik.

Sky Walk Mojokerto hari ini mungkin belum menjadi ikon yang benar-benar hidup. Ia masih berproses, mencari bentuk, dan menunggu momentum. Di antara lampu-lampu yang terus menyala setiap malam, ada harapan yang belum padam, bahwa suatu saat, tempat ini benar-benar menjadi pusat keramaian seperti yang dulu dicita-citakan.

Kategori :