Ketika seseorang hanya sibuk menyiapkan jawaban, ia bisa kehilangan kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya sedang disampaikan lawan bicara.
Di titik inilah komunikasi menjadi lebih dari sekadar percakapan. Ada proses memahami, menyesuaikan diri, membangun kepercayaan, sekaligus mencari titik temu.
Bagi pembaca yang ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi, buku karya Yoga Pratama ini menawarkan sudut pandang bahwa memengaruhi orang lain tidak harus dilakukan dengan tekanan. Pengaruh dapat dibangun melalui cara berbicara yang tepat, kemampuan mendengarkan, dan pemahaman terhadap karakter orang lain.
Buku Trik Memikat dan Mempengaruhi Lawan Bicara menjelaskan bahwa setiap orang dapat memberikan pengaruh melalui sikap, perkataan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari-Foto : Sandra/magang-
Pada akhirnya, orang yang pandai berbicara belum tentu menjadi komunikator yang baik. Sebab, komunikasi bukan perlombaan tentang siapa yang paling banyak bicara atau siapa yang paling mampu memenangkan perdebatan.
Komunikator yang baik adalah mereka yang mampu menyampaikan gagasan tanpa mengabaikan perasaan dan sudut pandang orang lain.
BACA JUGA:Resensi Film Toko Perlengkapan Mayat: Saat Rahasia Keluarga Menjadi Teror yang Tak Pernah Usai
BACA JUGA:Diduga Gagal Fungsi Rem, Dump Truk Nyungsep ke Sungai di Jetis Mojokerto
Sebab, percakapan yang berhasil bukan hanya ketika kita berhasil membuat orang lain mendengar. Lebih jauh, percakapan menjadi bermakna ketika orang lain merasa dipahami, dihargai, dan bersedia membuka ruang untuk mendengarkan kembali.