Berbuka Lebih Dulu atau Shalat Dulu? Begini Tuntunan Rasulullah ﷺ

Selasa 24-02-2026,12:07 WIB
Reporter : M Diyaul Haq
Editor : Elsa Fifajanti

Adapun yang satunya lebih mendahulukan berbuka dan mengakhirkan shalat maghrib. Sayyidah ‘Aisyah Ra. Berkata : siapakah yang mendahulukan shalat Maghrib dan mengakhirkan berbuka? Masriq menjawab : Abdullah bin Mas’ud. Kemudian sSyyidah ‘Aisyah berkata: seperti itu juga boleh. Rasulullah SAW juga melakukan seperti itu.

 Dalam hadis di atas, walaupun mendahulukan shalat Maghrib dibolehkan, namun lebih baik mendahulukan berbuka. Karena mendahulukan berbuka adalah sunnah.

Dan yang perlu diingat adalah jangan sampai kita terlena dalam menyantap hidangan berbuka, ada baiknya kita menyantap hidangan secukupnya lalu menyegerakan diri untuk shalat Maghrib karena durasi shalat Maghrib yang relatif singkat. Sehingga jangan sampai kita melewatkannya.

BACA JUGA:Sekolah Katolik, Muridnya Mayoritas Muslim? Kenalan Yuk! dengan SMP Santo Yusup Pacet Mojokerto.

BACA JUGA:Tembok Penahan Tanah Ambrol di Pacet Mojokerto Akibat Hujan Deras, Material Longsor Tutupi Sungai

2.Mendahulukan Shalat Maghrib dan Mengakhirkan Berbuka

Ketika mendahulukan makan, akan berakibat ketinggalan shalat berjamaah atau tertinggal takbirotul ihram bersama imam, maka lebih baik shalat berjamaah terlebih dahulu, meskipun berpotensi akan memikirkan makan saat pelaksanaan shalat.

Hal ini sesuai dengan keterangan Sayyid Bakri bin Muhammad Syata Ad Dimyati seorang ulama bermadzhab Syafi’I dan pengarang kitab I’anatut Thalibin dalam kitabnya yang berarti.

“Disunnahkan mendahulukan berbuka puasa dan mengakhirkan shalat Maghrib ketika telah meyakini datangnya waktu Maghrib, selagi hal ini tidak menyebabkan khawatir tertinggal shalat berjama’ah atau takbirotul ihram bersama imam.”

BACA JUGA:Beragam Produk Warga Binaan Lapas Mojokerto Ditampilkan Dalam Bazar Ramadan

BACA JUGA:Seberapa Penting Minum Air Putih bagi Kesehatan Tubuh? Ini Dia Penjelasannya

 Dari berbagai dalil dan pendapat ulama di atas,kita ambil kesimpulan bahwa mendahulukan berbuka puasa merupakan sunnah ketika waktu Maghrib telah tiba, terutama jika makanan sudah tersedia dan kondisi tubuh benar-benar lapar.

Rasulullah menganjurkan untuk menyegerakan berbuka agar tubuh kembali bertenaga dan ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk. Namun, berbuka yang dimaksud cukup dengan yang ringan seperti air atau kurma, tidak harus langsung makan besar.


Mendahulukan berbuka lebih baik-Foto : Diyaulhaq magang-

Meski demikian, mendahulukan shalat Maghrib juga diperbolehkan, terutama jika dikhawatirkan tertinggal shalat berjamaah atau takbiratul ihram bersama imam. Dalam kondisi ini, menjaga keutamaan shalat berjamaah bisa menjadi pertimbangan untuk mendahulukan shalat terlebih dahulu.

Intinya, Islam memberikan kelonggaran sesuai situasi dan kondisi. Yang terpenting adalah tetap menjaga keseimbangan: tidak menunda berbuka hingga berlebihan, dan tidak pula lalai dari kewajiban shalat maghrib.

Kategori :