Secara keseluruhan, transformasi digital membawa dua sisi sekaligus: peluang besar dan tantangan nyata. Agar UMKM herbal bisa naik kelas, diperlukan dukungan kolaboratif dari pemerintah, akademisi, hingga praktisi industri.
BACA JUGA:Aset ‘Tidur’ di Mojoanyar Dibangunkan, Pemkab Mojokerto Siapkan Layanan Publik Baru
BACA JUGA:Lanjut! Masa Jabatan Komisaris Utama BPR Majatama Diperpanjang, Kinerja Positif Jadi Pertimbangan
Program pelatihan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan aplikatif menjadi kunci agar pelaku usaha tidak hanya “ikut tren”, tetapi benar-benar mampu bersaing di era digital.
Dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin industri herbal Indonesia akan semakin kuat tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di kancah global.