Bupati Terpesona Brantas Box Proyek Mewlafor
Bupati terpseona brantas box proyek mewlafor-andung - disway mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, terpesona program Brantas Box Proyek Mewlafor. Hal itu terlihat saat audiensi Direktur PEPDA Kementerian Kehutanan, Nurul Iftitah, di ruang SBK Pemkab Mojokerto, Rabu, 25 Februari 2026.
Bupati yang menanggapi laporan Direktur PEPDAS Kementerian Kehutanan, Nurul Iftitah itu sempat membuka Brantas Box yang merupakan modul ajar untuk siswa SD. ‘’Ini menarik, bisa membuat anak-anak usia 6 sampai 12 tahun atau usia sekolah dasar menjadi tertarik untuk mempelajari,’’ katanya.
Bupati menyebutkan, saat ini siswa di usia SD lebih senang dan lebih bisa memahami modul belajar berupa alat peraga seperti Brantas Box. Karena itu dia menyampaikan terima kasih atas diberikannya modul ajar Brantas box kepada para siswa di Pemkab Mojokerto.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa membuka modul ajar Brantas Box di sela-sela audiensi Proyek Mewlafor di ruang SBK Pemkab Mojokerto-andung - disway mojokerto-
Lebih lanjut Gus Barraa menyampaikan, pihaknya sangat setuju modul ajar seperti Brantas Box diberikan kepada siswa SD. ‘’Kalau bisa modul ajar yang diberikan kepada bebefrapa skeolah bisa ditambah agar sesuai jumlah sekolah yang menerima biopori dalam proyek Mewlafor ini,’’ tambahnya.
BACA JUGA:Aksi Bobol Toko Sembako di Mojokerto Terekam CCTV
BACA JUGA:Misnah Lansia Lumpuh Hidup Sebatang Kara Akhirnya Mendapatkan Perhatian Bupati Mojokerto
Bupati juga menyebutkan, pihaknya akan mengadopsi program modul ajar seperti yang diberikan dalam proyek Mewlafor kepada sekolah-sekolah. ‘’Kami akan minta OPD terkait bisa menyesuaikan program belajar di sekolah-sekolah dan membuatkan modul ajar seperti Brantas box, sesuai kemampuan anggaran,'' tuturnya.
Brantas Box dalam proyek Mewlafor adalah modul ajar mengenai lingkungan hidup. Saat ini modul ajar Brantas Box diberikan kepada 40 sekolah penerima biopori. Pelaksana proyek Mewlafor saat ini berupaya menambah jumlah modul ajar agar sesuai dengan jumlah sekolah penerima biopori.
Peragaan pengajaran modul ajar Brantas Box tersebut pernah ditinjau langsung oleh UNIDO beberapa waktu lalu usai melakukan review Proyek Mewlafor. Saat itu Cristian Susan bersama Sahlil dari Unido juga sempat mencoba alat pembuat biopori di SDN Pandan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Supono, Plt Kepala SDN Pandan, Kecamatan Pacet, menyampaikan testimoni terkait program biopori dalam Proyek Mewlafor yang diterima SDN Pandan.-andung - disway mojokerto-
Saat itu Cristian Susan dan Sahlil menyatakan puas atas program biopori yang diberikan untuk sekolah di Kabupaten Mojokerto. Dia juga terlihat gembira ketika melihat peragaan pengajaran modul ajar di SDN Pandan.
BACA JUGA:Mbah Radi, Mewujudkan Bambu Panen Lestari, Hasilkan 3,8 ton Rebung per Hektar
BACA JUGA:Bahaya Bagi Kesehatan Jika Minyak Goreng Digunakan Berulang Kali, Ini Penjelasannya
Pada audiensi progress Proyek Mewlafor tersebut, juga ada testimoni dari penerima program biopori yang diwakili Plt Kepala Sekolah SDN Pandan. Pada kesempatan itu, Supono, Plt Kepala SDN Pandan, menyampaikan terima kasih atas pemberian biopori oleh Proyek Mewlafor.
‘’Selama ini, halaman sekolah kami sering tergenang ketika turun hujan. Sekarang ini sudah tidak terjadi lagi genangan lagi karena ada bipori di halaman sekolah kami,’’ katanya.
Dia juga menjelaskan, SDN Pandan mendapat biopopri sebanyak 100 lubang bipori lengkap mulai alat bor sampai penutupnya. Selain biopori, SDN Pandan juga mendapat 2 unit sumur resapan, dan yang sudah terbangun 1 sumur resaoan.
‘’Kalau boleh kami menyampaikan, mohon ada penambahan biopori karena halaman sekolah kami masih luas dan masih bisa ditambah. Kami sangat merasakan manfaat biopri dari Proyek Mewlafor, karena selain tidak ada lagi genangan di sekolah kami, anak-anak kami juga bisa banyak belajar fungsi dan manfaat biopori di sekolah,’’ tuturnya.

Direktur PEPDAS Kementerian Kehuatnan, Nurul Ifitah, dalam audiensi dengan Bupati Mojokerto tentang progres Proyek Mewlafor di ruang SBK Pemkab Mojokerto.-andung - disway mojokerto-
Menanggap hal itu, Direktur PEPDAS Kementerian Kehutanan, Nurul Iftitah, menyampaikan akan mengupayakan penambahan bipori seperti yang disampaikan Supono, Plt Kepala SDN Pandan, Kecamatan Pacet. ‘’Kami upayakan penambahannya, kami akan koordinasikan dengan teman-teman pelaksana di lapangan,’’ katanya.
BACA JUGA:UNEJ Kampus Bondowoso Buka Tiga Program Studi di Jalur SNBP dan SNBT 2026
BACA JUGA:Pengajian Sore dan Takjil Gratis, Daya Tarik Ngabuburit di Masjid Agung Darussalam Mojokerto
Nurul Iftitah juga bersyukur program biopori Proyek Mewlafor bisa dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah penerima. Karena itu, dia juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yang sudah membantu pelaksanaan program biopori Proyek Mewlafor di 85 sekolah penerima biopori di 7 wilayah kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
Sumber:




