Mahasiswa Sistem Informasi UNEJ Sabet 2 Gelar Juara Nasional dengan 2 Platform

Mahasiswa Sistem Informasi UNEJ Sabet 2 Gelar Juara Nasional dengan 2 Platform

Tim BTC Dar Der Dor Fasilkom ketika meraih penghargaan best innovation kategori UI/UX dalam ajang Arjavidia 10.0.-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-

Jember, Diswaymojokerto.id – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember (Unej) berhasil membuat prestasi di dua ajang kompetisi nasional berbeda, Business Model Canvas (BMC) dan UI/UX Competition. Ada 3 mahasiswa Prodi Sistem Informasi Unej yang beprestasi, Fabyan Yastika Permana, Husni Rasyid Bachrie, dan Talitha Puspitasari, mengusung ide bisnis bernama INVORA, yaitu platform pendanaan investasi bagi UMKM berbasis campaign.

Mereka menunjukkan performa gemilang dengan meraih Juara 3 pada kompetisi Business Model Canvas yang diselenggarakan Future Founders League. Kompetisi bergengsi ini diikuti lebih dari 150 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tak hanya itu, mereka berita juga berhasil meraih penghargaan Best Innovation pada kategori UI/UX Competition dalam ajang Arkavidia 10.0 yang diselenggarakan HMIF ITB di Bandung. Dengan prestasi itu mereka juga mendapat hadfiah uang Rp 750.000.


Inovasi SEMAR yang berhasil meraih juara dalam ajang kompetisi nasional-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-

Dalam kompetisi BMC, tim berupaya menjawab dua permasalahan utama, yakni terbatasnya akses pendanaan bagi pelaku UMKM. Selain itu juga pertanyaan rendahnya kepercayaan investor akibat kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Silaturahmi, BEM FISIP Unair Halalbihalal dengan Menanam 5.000 Pohon di Penanggungan

BACA JUGA:Penugasan PPPK Penuh atau Paruh Waktu ke KDKMP, Pemkab Mojokerto Masih Petakan

Talitha Puspitasari menjelaskan, platform dirancang dengan sistem milestone dan escrow bertahap. ‘’Sehingga pencairan dana dilakukan secara terkontrol sesuai perkembangan usaha,’’ katanya, Kamis, 2 April 2026.

Selain itu, INVORA juga dilengkapi dengan analitik risiko berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu investor memahami tingkat kelayakan dan risiko investasi. ‘’Banyak investor, terutama pemula, merasa ragu karena tidak memiliki informasi yang cukup terkait risiko dan perkembangan usaha yang mereka danai,’’ tambahnya.

Di sisi lain, UMKM juga kesulitan mendapatkan pendanaan yang fleksibel dan terstruktur. ‘’Target pasar kami adalah investor ritel individu usia produktif, seperti mahasiswa dan pekerja, yang tertarik berinvestasi namun membutuhkan sistem yang lebih aman dan mudah dipahami,’’ ungkapnya.


Platform INVORA yang dikembangkan oleh tim BTC Dar Der Dor Fasilkom-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-

Melalui INVORA, tambahnya, tim ingin menciptakan sistem pendanaan yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga memastikan penggunaannya terkontrol dan berdampak nyata. ‘’Ini makin memudahkan mengelola investaisinya dengan aman,’’ sahutnya.

BACA JUGA:Perkuat Layanan Kesehatan, Unair dan RSUD Jombang Resmi Jalin Kolaborasi Strategis

BACA JUGA:Bandel, Masih Banyak Pengendara Berhenti di Sepanjang Jembatan Cangar

Sementara, pada kategori UI/UX Competition, tim mengembangkan produk digital bernama SEMAR (Smart Evacuation & Mitigation for Disaster Resilience). Platform ini merupakan platform kesiapsiagaan bencana yang dirancang untuk membantu masyarakat merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan aman.

SEMAR tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi informasi, tetapi sebagai companion system yang mendampingi pengguna sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Platform ini mengintegrasikan berbagai teknologi seperti Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI) dan wearable Internet of Things (IoT).

‘’Platform yang mengitegrasikan berbagai teknologi ini untuk menciptakan pengalaman yang lebih kontekstual dan realistis,’’ tambahnya.

Dia menyebutkan, salah satu fitur unggulan SEMAR adalah simulasi evakuasi berbasis Augmented Reality. Fitur ini memungkinkan pengguna berlatih secara langsung di lingkungan nyata mereka. ‘’Selain itu terdapat pula mode darurat dengan tampilan minimalis, panduan berbasis audio tanpa visual, akses offline, serta fitur pelaporan pascabencana yang sederhana dan cepat digunakan,’’ paparnya.

BACA JUGA:Gus Fawait: UHC Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Nyawa Bagi Ibu dan Bayi di Jember

BACA JUGA:Kunjungan Wisman ke Jatim Tembus 23.775 pada Februari 2026, Hotel Bintang Dua Jadi Primadona

Menurut dia, tantangan terbesar dalam kedua kompetisi yang diikuti selama Januari – Februari 2026 antara lain menyatukan berbagai perspektif dalam tim. ‘’Juga menerjemahkan permasalahan kompleks menjadi solusi yang sederhana,’’ jelasnya.

Dijelaskan, setiap anggota punya cara pandang yang berbeda, terutama di awal-awal brainstorming sering terjadi perbedaan pendapat yang cukup intens. ‘’Tapi justru dari situ kami belajar untuk lebih terbuka, saling mendengarkan, dan mencari titik tengah terbaik,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan, tim berencana mengembangkan kedua inovasi tersebut menjadi produk nyata. INVORA akan dikembangkan melalui uji coba terbatas pada komunitas UMKM untuk memudahkan kegiatannya.

Sementara SEMAR diharapkan dapat menjadi platform kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi secara nasional. ‘’Dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan lembaga kebencanaan,’’ sahutnya.

Melalui pencapaian ini, mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba dan mengikuti kompetisi sebagai bagian dari proses belajar. ‘’Yang penting, jangan takut untuk mulai. Tidak perlu menunggu merasa siap atau merasa sudah cukup jago,’’ sahutnya.

Sumber:

Berita Terkait